Saturday, August 2, 2008

Komentar-komentarku

Setelah membaca ini semua, saya mendapat kesimpulan, pertama; ternyata fitnah-memfitnah sudah duluan ada di dalam kitab suci jauh sebelum film fitna itu beredar, coba kita cermati semua yang ada di sini, apakah kesimpulan saya yang salah? Kedua; film itu hanyalah cuplikan potongan-potongan dari apa yang ada dan bisa di buktikan. lalu siapa yang patut kita salahkan, apakah si pembuat film fitna itu ataukah si pelaku 11 september (contoh di indonesia misalnya si pelaku bom bali?) Coba kita objektif dalam menilai; Ketika film fitna yang menampilkan berbagai kejadian teror itu beredar maka di sambut dengan kemarahan kita semua, termasuk di indonesia ada demo besar-besaran. Tapi ketika kejadian 11 september atau bom bali itu terjadi, siapa yang turun demo untuk menentang atau marah atas kejadian teror itu? Bahkan si pelaku-pelakunya cenderung menjadi tokoh pujaan, apa artinya ini? Lalu siapa yang benar, siapa yang salah? Buruk rupa cermin di belah? Marilah kita ambil cermin untuk memastikan apa yang salah pada rupa kita, dan kita mestinya berterimakasih pada cermin itu bila kita mau tau apa kekurangan kita. Sekali lagi, janganlah cermin di belah tapi perbaikilah rupa kita yang justru di coreng oleh pelaku-pelaku anarkis, teror maupun bom-bom yang mengatas namakan agama kita, bahkan mengatasnamakan Allah Yang Maha Suci harus kita cegah bila prilakunya justru kesetanan. Setuju?
Posted by Erens in 10:20:56
Comments

Leave a Reply